Penerapan smart city jangan hanya jadi tren dan proyek sesaat

01 Aug 2018

Penerapan smart city jangan hanya jadi tren dan proyek sesaat

Merdeka.com, Semarang - Penerapan smart city yang tengah digenjot oleh pemerintah harus dapat memberikan manfaat kepada masyarakat perkotaan di Indonesia. Program itu diharapkan tidak hanya menjadi tren atau proyek sesaat bagi kabupaten/kota yang telah ditunjuk untuk menerapkan program smart city.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kementerian Komunikasi dan Informatika Herry Abdul Azis dalam acara evaluasi tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City di Kota Semarang, Rabu (25/7). "Penerapan smart city ini jangan hanya jadi tren, apalagi hanya menjadi proyek sesaat. Smart city harus menjadi jawaban atas persoalan-persoalan perkotaan yang semakin kompleks," kata Herry.

Program smart city, lanjut dia, harus mampu meningkatkan taraf kehidupan setiap masyarakat. Penerapan program itu diharapkan semakin memberikan kemudahan kepada masyarakat baik dari sisi pengelolaan lingkungan, tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat lainnya. "Pemerintah daerah yang menerapkan program ini dituntut cerdas dan terus melakukan inovasi agar penerapan program smart city ini dapat sesuai dengan tujuannya," tukasnya.

Untuk itu, pihaknya menggelar evaluasi tahap pertama ini untuk melihat sejauh mana capaian penerapan program smart city di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia berjalan sesuai dengan harapan. Sebab, pihaknya masih menyadari jika penerapan program tersebut masih banyak terkendala.

"Meski sudah banyak diterapkan, namun kami menyadari pemahaman terhadap program ini masih belum sama. Untuk itu, evaluasi ini akan kami jadikan pedoman untuk menerapkan program smart city pada tahap kedua 2019 nanti," bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Kota Semarang, Ayu Enthis mengatakan sangat bangga Kota Semarang ditunjuk sebagai kota pelaksana kegiatan evaluasi program smart city itu. "Semoga pertemuan ini dapat menjadi pemicu dan pemacu dalam upaya memperbaiki program smart city di sejumlah kota di Indonesia, termasuk Kota Semarang," kata Ayu saat membacakan sambutan Hendrar Prihadi.

Ayu menambahkan, Kota Semarang telah memutuskan dalam program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) bahwa penerapan smart city menjadi prioritas. Penerapan smart city di Kota Semarang telah diterapkan melalui enam dimensi, yakni smart government, smart economy, smart society, smart living, smart environment dan smart branding.

"Tentunya penerapan smart city ini tidak dapat berhasil tanpa dukungan dari daerah lain. Untuk itu, adanya kegaiatan evaluasi tahap pertama penerapan smart city ini diharapkan dapat menjadi transfer ilmu dan pengalaman untuk kebaikan bersama," ungkapnya.

 

Sumber Berita: www.merdeka.com


Admin
01 Aug 2018